Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

0
Sahabat
Masalah adalah Anugerah

 Oleh: Roqit Kautsar*

Dalam kehidupan ini kita tidak bisa lepas dari masalah. Masalah selalu datang tanpa diundang,  Datang kapanpun dan di manapun. Tanpa kita sadari setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik kita menemukan dan merasakan adanya masalah. Baik masalah yang muncul dari diri sendiri atau yang datang dari orang lain. Intinya, masalah akan selalu datang dan menyertai dalam hidup dan kehidupan manusia.

Milik Semua
Sejak terlahir ke dunia manusia sudah mempunyai masalah. Seorang bayi ketika lapar atau  haus, sebenarnya dia sedang mengalami masalah.  Dia berusaha keluar dari masalah dengan menangis agar ditolong oleh orangtuanya.
Ketika beranjak dewasa seseorang akan berinteraksi dengan orang lain, baik di sekolah, di rumah, atau tempat lainnya. Dari sanalah manusia akan berhadapan dengan dinamika kehidupan yang penuh dengan permasalahan. Semakin usia bertambah, semakin banyak dan kompleks permasalahan yang dihadapinya.
Bookmark and Share

0
Sahabat
BUKU SEBAGAI AGENT OF CHANGE

Oleh: Khairul Umam*


Dalam Al-quran surat Al-alaq ayat 96, Allah memperkenalkan kita Iqra’, yang berarti “bacalah”. Membaca ayat-ayat Allah yang tersurat maupun yang tersirat. Ayat tersebut merupakan sebuah ajakan kepada kita selaku hamba Allah untuk senantiasa membaca. Apakah kita sudah termasuk hamba-Nya yang memenuhi ajakan tersebut?

Cintailah Buku
Sebuah tradisi keilmuan tidak terlepas dari aktivitas membaca dan menulis. Dengan kata lain, aktor utama dari tradisi tersebut adalah buku. Seorang ilmuan, penulis, penyair, dan yang lain pasti proses awalnya adalah membaca (buku).
Pertanyaannya, bagaimana agar kita gemar membaca? Jawaban sederhananya ialah cintailah buku. Dengan cinta akan tumbuh keinginan untuk mengetahui lebih mendalam. Dengan  cinta,  apapun akan dikorbankan. Laksana kisah cinta Laila Majnun yang rela mati demi kobaran api cintanya.
Begitu pula cinta terhadap buku. Kita akan rela mengorbankan tenaga, waktu, dan uang  untuk bisa memiliki buku.  Namun cinta di sini tidak hanya sekedar senang mengoleksi buku sebagai hiasan rak atau lemari, melainkan senang untuk membacanya. Buku tidak akan memberikan manfaat  apabila kita tidak pernah membacanya. Jadi salah satu bukti rasa  cinta kita terhadap buku adalah  memanfaatkannya dengan membaca. Sehingga akan  dapat menangkap makna dan hikmahnya.
Bookmark and Share

1
Sahabat
Kisah Mengagumkan 10 Mujahid Kontemporer


  Oleh: Luqman Hakim*


          
 
Nama buku             : Perjalanan Meminang Bidadari, Kisah
                                  Luar Biasa 10 Tokoh  Syahid modern                 
Penulis                    : Herry Nurdi
Penerbit                  : Lingkar Pena Publishing House, Jakarta
Cetakan                  : Pertama, Maret 2011
Tebal                        : 205 halaman



            Mati syahid adalah impian tiap insan beriman. Dengan mati syahid, tidak hanya kesalahan dan dosa yang akan ditebus, Allah juga akan memberikan kemuliaan untuk mampu dan bisa memberikan syafaat kepada keluarga dan orang-orang tercinta. Selain itu, Allah memberikan kepada orang yang mati syahid dengan 7 keutamaan. Bau darahnya seperti aroma misik, tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling dicintai Allah, ingin dikembalikan lagi kedunia (untuk syahid lagi), ditempatkan di surga firdaus yang tertinggi, arwah syuhada ditempatkan ditembolok burung hijau, orang yang mati syahid itu hidup, syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan.
Bookmark and Share

0
Sahabat
Dibalik Bencana Negeri Sakura


Oleh: Hasan*

         Ketika langit bergemuruh, ombak menggunung, dan langit bertiup kencang, maka awak kapalpun dengan panik berseru “ya Allah”. Ketika orang yang berjalan di tengah gurun pasir dan tersesat, kendaraan tak tahu lagi jalan yang benar, dan kafilah sudah kebingungan menentukan arah lajunya, maka mereka berseru “ya Allah”. Ketika musibah menimpa, bencana dan tragedi melanda, maka orang – orang pun berseru “ya Allah”. Ketika pintu – pintu permohonan telah ditutup dan sekat – sekat permintaan telah dipasangkan, maka mereka pun berteriak, “ya Allah” !
Ketika semua cara dicoba dan ternyata tidak ada celah untuk keluar. Ketika semua jalan menjadi sempit, semua yang dicita-citakan buntu, dan semua jalan pintas pun telah pupus maka merekapun menyeru “ya Allah”!
(Dr.Aidh ibn Abdullah al-Qorni, “La tahzan”)
Bookmark and Share

2
Sahabat
Busuk, Got Kejawan Banjir Sampah

Oleh: Afri Santoso* 

Setiap orang pasti memiliki aktivitas yang berbeda-beda, baik dalam lingkup kecil maupun besar. Aktivitas tidak mungkin akan terjadi tanpa adanya pelaku. Jika kita mengamati tingkah laku manusia, tentu kita akan mendapati berbagai pernak pernik kehidupan yang dimainkan oleh setiap pelaku yang berbeda pula.

Kali ini kita akan mencoba untuk mengetahui berbagai aktivitas dalam skala mikro, yang terjadi pada masyarakat Kejawan Putih Tambak tepatnya di kawasan Surabaya bagian Timur. Setelah melakukan pengamatan terhadap kegiatan masyarakat Kejawan, mayoritas mereka adalah kelas ekonomi menengah kebawah. Meskipun ada di antara mereka dari kalangan elit atau berkecukupan. 

Beberapa data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kejawan, bekerja sebagai pengusaha kecil. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan keseharian mereka yang membuka warung-warung kecil, berjualan bakso keliling, bahkan sebagian mereka bekerja sebagai buruh atau kuli kasar.
Bookmark and Share

0
Sahabat
Jazirah Arab, Negeri yang Terpilih

Oleh: A. Nafi’ adh-Dhukha*

Kondisi pada masa pra Islam dunia dikuasai oleh negara adidaya Persia dan Romawi yang menjadi tetangga Arab, tempat lahirnya Islam.
Persia adalah ladang subur berbagai khayalan (khurafat), keagamaan dan filosofis yang saling bertentangan. Diantaranya adalah Zoroaster yang dianut oleh kaum penguasa. Diantara falsafahnya adalah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya, dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan akhlak yang beraneka ragam.
Sementara itu, Romawi sedang dikuasi semangat kolonialisme. Negeri yang terlibat pertentangan agama, antara Romawi di satu pihak dan Nasrani di pihak lain. Negeri ini mengandalkan kekuatan militer dan ambisi kolonialnya dalam melakukan pertualangan naif demi mengembangkan agama Kristen dan mempermainkannya sesuai keinginan hawa nafsunya yang serakah. Negara  ini tak kalah bejatnya dengan Persia. Kehidupan nista, kebejatan moral, dan pemerasan ekonomi telah menyebar keseluruh penjuru negeri, akibat dari melimpahnya penghasilan dan menumpuknya pajak.
Bookmark and Share

0
Sahabat
Perayaan Tahun Baru Masehi di Mata Islam

Oleh: Ridwan Yahya*

       Jika kita sebagai orang muslim jeli memandang suatu fenomena yang terjadi di sekitar kita, yang awalnya kita beranggapan bahwa hal demikian adalah suatu kewajaran yang sudah terjadi di kalangan masyarakat. Bahkan, kita pun sudah memandangnya sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat pula. Padahal, tanpa kita sadari bahwa itu semua ternyata bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh agama kita.
Seiring dengan statement di atas, akhir-akhir ini kita telah melewati sebuah momen yang selalu dibumbui dengan berbagai macam kemeriahan dan euforia megah di dalamnya, yakni perayaan tahun baru masehi. Hampir di semua belahan dunia manapun, sibuk mempersiapkan acara-acara untuk menyambut bergulirnya pergantian tahun masehi tersebut. Suasana yang serba ramai dan meriah yang tercipta pada setiap detiknya, penuh diwarnai dengan semaraknya tiupan terompet dan letusan kembang api di udara yang menandakan bahwa tahun baru itu telah tiba.
Bookmark and Share

2
Sahabat
MEMAKNAI TAHUN BARU

Oleh: Khairul Umam*

Saat ini kita telah memasuki  tahun 2011 Masehi.  Bulan yang bersejarah bagi orag Kristen, yaitu bulan januari.  Bulan  yang terkait dengan lahirnya yesus kristus atau Isa al-masih. Al-masih sendiri diambil dari kata masehi. Sehingga agama Kristen sering disebut agama masehi. Masa sebelum yesus lahirpun disebut tahun sebelum masehi. Tahun baru masehi ini sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga dunia.
            Sudah menjadi tradisi yang cukup kental bagi semua warga dunia, bahwa pergantian tahun baru masehi identik denga perayaan yang berlebih-lebihan. Misalnya dengan hura-hura, bergadang semalaman, tiup terompet, pesta kembang api, dan sebagainya. Semua itu tidak serta-merta didapat atau dilakuka secara cuma-cuma. Tapi dengan mengeluarkan biaya dan tenaga yang cukup banyak. Mereka rela bekorban demi tercapainya sebuah kepuasan nafsu yang datangnya dari syaitan yang tidak diridhoi Allah, yang pada akhirnya kerugian yang didapatkan.
            Sekedar contoh, pada malam menjelang pergantian tahun baru rata-rata pemuda-pemudi bebondong-bondong pergi ke tempat hiburan,  klub malam, nonton bersama di bioskop, berpestaria dan sebagainya. Nah, perbuatan seperti ini lekat dengan hal-hal yang sifatnya hura-hura, sebuah prilaku yang bisa jatuh pada kriteria  sia-sia. Karena tidak dapat mendatangkan kemanfaatan. Tentu saja hura-hura seperti ini dekat dengan kemaksiatan. Selain itu, kerap sekali membutuhkn biaya yang tidak sedikit. Bagi seorang  muslim, aktivitas seperti ini tidak ada manfaatnya. Karena tergolong perbuatan yang sia-sia dan termasuk pemborosan.
Bookmark and Share

0
Sahabat
Ilmu, Jalan Pintas Mengentas Kemiskinan

Oleh: A. Nafi’ adh-Dhukha*

 Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Q.S al Mujadalah ; 11)

Akhir-akhir ini, wacana tentang kemiskinan yang melanda negeri ini ramai diperbincangkan di berbagai media yang diungkapkan dalam berbagai sudut pandang berbeda. Hal tersebut muncul sebagai bentuk respon atas pencapaian pemerintah selama satu tahun kemarin dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pemerintah merasa cukup berbangga atas hasil yang diperoleh. Angka kemiskinan berkurang, nilai ekspor meningkat, nilai rupiah makin menguat, dan lain-lain. Mereka pun seolah ingin mengatakan negeri ini telah selangkah maju menuju kemakmuran. Benarkah demikian?

Di satu sisi, media juga mengungkapkan suatu realita tentang kehidupan masyarakat yang hidup  di bawah garis kemiskinan. Tidak sedikit di antara mereka yang harus merasakan beban hidup yang semakin lama semakin berat saja. Seolah-olah hidup tidak adil. Mereka tidak menerima kenyataan hidup, mereka tangisi kemiskinannya hingga merasa takut untuk menghadapi hidup.
Bookmark and Share

0
Sahabat
JERITAN RAKYAT INDONESIA

Oleh: Miftahuddin*
Sungguh menyedihkan, masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal mereka  hidup di negeri yang kaya raya, Indonesia. Dibawa ke mana kekayaan negeri ini?
   
Memrihatinkan
Sungguh memrihatinkan, di saat harga bahan pokok seperti minyak, beras, gula, telur, cabai dan bawang  sudah meroket harganya dan sangat sulit untuk di jangkau, pemerintah justru memberikan “hadiah” kepada masyarakat berupa pembatasan subsidi BBM, kenaikan tarif dasar listrik, privatisasi BUMN, dan hadiah lainnya  yang menyakitkan hati.
Tidak hanya itu, dikabarkan juga harga bahan pokok lainnya kini melonjak naik. Sebutlah semisal lombok, minyak, dan gula. Selain itu,  pemerintah juga menarik pajak dari warteg-warteg dan masyarakat miskin. Wajarlah jika masih ada penduduk negeri ini yang hidup dalam keadaan memprihatinkan.
 Jika kita menelusuri apa saja yang menyebabkan kemiskinan di negri ini semakin meningkat, kebanyakan dari kita akan berpendapat bahwa penyebabnya adalah  pimimpin kita yang tidak amanah dalam menjalankan kewajibannya. Mereka  tidak peduli keadaan rakyat yang dilanda kelaparan. Mereka lebih sibuk dengan diri mereka sendiri. Sekedar refleksi bagi kita, dikabarkan bahwa pemerintah telah menganggarkan dana APBN 2011 untuk pembangunan gedung baru DPR sebesar Rp 800 miliar.(Republika 08/01/11)
Bookmark and Share

2
Sahabat
AIR MATA RINTIHAN SANG ”PAHLAWAN DEVISA”

Oleh: Khairul Umam*
 
Impian…..
Semua berawal dari sebuah impian
Antara sadar dan tidak sadar
Ku termenung di balik jendela
Menatapi satu titik harapan
Tak terasa keringat dingin
Dan tetesan air matapun berjatuhan
Kelam.......
Kelamnya kehidupan laksana malam tak berbulan dan bintang
Sungguh berat kehidupan yang kujalani
Bergitu kelam kehidupan yang kualami
Hari-hari kujalani dengan penderitaan
Ancaman dan siksaaan sudah menjadi langganan
Yang tak terlupakan
Bookmark and Share

3
Sahabat
Indonesia dan Bayang-Bayang HIV/AIDS

Oleh: Miftahuddin* 
 
     Perkembangan dan perubahan suatu negara tidak lepas dari peran para pemuda. Bagaimana jadinya jika pemuda yang diharapkan bisa melakukan perubahan dan menjadi ujung tombak kemajuan, malah rusak dan memiliki moral yang jelek? 

Mengkhawatirkan!
Menurut data PBB, saat ini setidaknya 33,3 juta orang mengidap penyakit HIV/AIDS. Terbesar pertama adalah di Afrika yaitu 1.850 jiwa. Sedangkan kedua adalah Asia selatan dan tenggara ( termasuk Indonesia ) dengan jumlah 270 jiwa.
Di Jawa Barat, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dari tahun 1989 sampai 2010, jumlah kasus AIDS pada anak balita sebanyak 102 kasus, di tambah kasus pada anak-anak yang berusia 5-14 dan 15-19 tahun, yakni 238 dari 5382 jumlah penderita AIDS secara keseluruhan.( Republika, 8 Des ‘10 ).
Bookmark and Share

2
Sahabat
Indonesia dan Malaysia : Perlukah Berperang?

Oleh: Luqman al-Hakim*

       Betapa gampangnya sebagian masyarakat Indonesia dan Malaysia saling adu mulut serta aksi-aksi provokatif yang berindikasi untuk saling berperang, saling menumpahkan darah, dan saling memusnahkan.  Di Indonesia, misalnya, ada komentar-komentar di status Facebook, Yahoo Messangger maupun media jaringan sosial lain, yang bernada perlawanan terhadap Malaysia. Berita di TV juga menayangkan di beberapa kota terjadi demonstrasi yang mengecam Malaysia. Bahkan ada orang yang  menyatakan siap berperang menghadapi Malaysia. Hal yang terbaru adalah para hacker dari Indonesia menyerang situs-situs Malaysia.        
          Tentunya hal ini membuat kedua negara "panas". Masih segar dalam ingatan kita kata kunci "ambalat" atau slogan "ganyang Malaysia”. Tapi alhamdulillah, kedua negara tidak jadi berperang walaupun senjata-senjata berat telah dikirim ke perbatasan.  
Bookmark and Share
Photobucket Photobucket