Saat ini kita telah memasuki tahun 2011 Masehi. Bulan yang bersejarah bagi orag Kristen, yaitu bulan januari. Bulan yang terkait dengan lahirnya yesus kristus atau Isa al-masih. Al-masih sendiri diambil dari kata masehi. Sehingga agama Kristen sering disebut agama masehi. Masa sebelum yesus lahirpun disebut tahun sebelum masehi. Tahun baru masehi ini sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga dunia.
Sudah menjadi tradisi yang cukup kental bagi semua warga dunia, bahwa pergantian tahun baru masehi identik denga perayaan yang berlebih-lebihan. Misalnya dengan hura-hura, bergadang semalaman, tiup terompet, pesta kembang api, dan sebagainya. Semua itu tidak serta-merta didapat atau dilakuka secara cuma-cuma. Tapi dengan mengeluarkan biaya dan tenaga yang cukup banyak. Mereka rela bekorban demi tercapainya sebuah kepuasan nafsu yang datangnya dari syaitan yang tidak diridhoi Allah, yang pada akhirnya kerugian yang didapatkan.
Sekedar contoh, pada malam menjelang pergantian tahun baru rata-rata pemuda-pemudi bebondong-bondong pergi ke tempat hiburan, klub malam, nonton bersama di bioskop, berpestaria dan sebagainya. Nah, perbuatan seperti ini lekat dengan hal-hal yang sifatnya hura-hura, sebuah prilaku yang bisa jatuh pada kriteria sia-sia. Karena tidak dapat mendatangkan kemanfaatan. Tentu saja hura-hura seperti ini dekat dengan kemaksiatan. Selain itu, kerap sekali membutuhkn biaya yang tidak sedikit. Bagi seorang muslim, aktivitas seperti ini tidak ada manfaatnya. Karena tergolong perbuatan yang sia-sia dan termasuk pemborosan.