Tampilkan postingan dengan label Edisi I/ November 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi I/ November 2010. Tampilkan semua postingan

7
Sahabat
DOLLY, PEMERINTAH, DAN KITA*

Oleh: Luqman al-Hakim*

”Dolly”, sebuah lokalisasi yang berada di Putat Jaya, Surabaya, akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Tempat yang menjadi ladang maksiat ini direncanakan akan ditutup oleh pemerintah. Bisakah itu terjadi? Lalu apa peran kita sebagai masyarakat muslim?

Surga Maksiat
Sudah menjadi rahasia umum, kalau Dolly dikenal sebagai area ”halal” dalam melakukan praktek perzinahan. Di sana, Para ahli maksiat setiap malam bebas berpesta ria tanpa memiliki rasa takut. Setiap malam, sekitar 1.200 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang rata-rata berusia sekitar 18 – 30 tahun tersebar di 400 wisma dan siap melayani para tamu berhidung belang yang datang dari berbagai tempat. Menurut penuturan salah satu pemilik wisma, 1 wisma bisa didatangi oleh ”tamu” sebanyak 50-70 orang, dan 1 PSK bisa melayani 7-10 orang (Jawa Pos, 26/10/10). Maka tidak mengherankan jika Dolly disebut-sebut sebagai lokalisasi prostitusi terbesar di Asia tenggara.
Padahal, Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam dikenal sebagai kota religius. Ada masjid-masjid yang tersebar di segala penjuru, pondok pesantren, sekolah-sekolah Islam, lembaga-lembaga Islam, dan juga terdapat wisata religius seperti masjid dan makam salah satu walisongo, Sunan Ampel.
Ironisnya, lokalisasi yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangga ini terus beroperasi selama bertahun-tahun, sejak zaman Belanda. Merujuk pada informasi dari Iwan, salah satu juru parkir di Dolly, ketika diwawancarai oleh surabayadetik.com pada 26 Oktober 2010, awalnya Dolly hanyalah perkampungan biasa yang dikelola oleh perempuan keturunan Belanda yang dikenal dengan nama Tante Dolly van der mart. Barulah pada tahun 1975 atau 1976 Dolly mulai ramai dikunjungi. Jadi dalam rentang waktu selama itu, Dolly dibiarkan berkembang tanpa ada tindakan tegas.
Bookmark and Share

3
Sahabat
Sedih

Oleh : Slamet* 

Hujan turun....
Air mengalir
Ada yang turun dari hati
Mengalir perlahan......
Menuju samudera jiwa
Beku, dan tak sempurna
Hilang... semua hilang....
Berasa kaku
Berlahan jiwapun menangis....

 *)Penulis adalah anggota Asosiasi Penulis Islam (API) STAIL



                                                    
Bookmark and Share

1
Sahabat
Lail

Oleh: Mahasiswa STAIL

Desah angin membelai anganku
Saat mimpi ini terbang melebar sayap
Bila diri sayu kesyahduan
Dirundung rasa sejuta
Lihatlah…….
Bintang itu tersenyum melambai
Berucap salam pada orang-orang terjaga
Amati dan isilah dengan lantunan pujian
Pada sang kekasih.
Di setiap gerakku
Tatkala kejenuhan merasuk diri
Tetapkanlah hati
Agar kokoh rasa iman ini
Dan akan tetap terjaga di sanubari

*) Penulis merupakan anggota API STAIL


Bookmark and Share
Photobucket